Rabu, 06 Maret 2013

MASJID DAN MAKAM SUNAN KUNING

Oleh 
Agus Ali Imron Al Akhyar


Lokasi dan Keadaan Geografi
Keberadaan masjid dan makam Sunan Kuning ini, berada di Desa Macan Bang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Lokasi Desa Macan Bang, berbatasan:
Sebelah utara : Desa Kiping/Rejosari
Sebelah selatan : Desa Dukuh/Gondang
Sebalah barat : Desa Sepatan
Sebelah timur : Desa Gondosuli

Masjid dan makam Sunan Kuning berada di tengah pemukiman penduduk, area masjid dan makam dikelilingi pagar batu bata setinggi 1,5 meter dengan panjang 55 meter dan lebar 45 meter. Bangunan masjid berada dibagian depan kompleks dan terdiri atas serambi yang atapnya disangga tiang kayu berjumlah 8 buah, ruang tengah dan ruang utama masjid. Rung utama masjid adalah bangunan masjid pertama yang hanya berukuran panjang 7 meter, lebar 6,25 meter dengan mihrab yang mengarah lurus ke barat dan dilengkapi dengan sebuah mimbar. Bangunan atap ruangan utama masjid disangga oleh 8 tiang kayu. Bangunan atap tumpangnya bertingkat tiga dan penutupnya adalah sirap kayu.

Bangunan makam Sunan Kuning berada di sebelah barat masjid, tepatnya satu area. Pada tahun 2010 kemarin bangunan makam Sunan Kuning sudah Nampak baik, dan juga banyak yang mengunjunginya untuk berziarah. Di cungkup makam Sunan Kuning terdapat juga makam-makam sahabatnya, sehingga di cungkup tersebut tidak hanya makam Sunan Kuning saja. Ketika memasuki cungkup makam Sunan Kuning, kita melewati pintu dengan tinggi ± 1 meter, sehingga untuk memasuki cungkup harus mlaku dhodhok atau jalan berjongkok. Hal itu mempunyai makna, bahwasanya kita sebagai manusia harus mempunyai sikap unggah-ungguh pada yang lebih tua.

Sekilas Cerita Sunan Kuning
Pada suatu ketika, singgahlah Sunan Kuning pada suatu daerah di sebuah alas atau hutan belantara, dengan seseorang dari Udowo, tidak lain adalah Legenda Udowo, yang mempunyai kesaktian dapat berubah wujud menjadi se ekor macan. Berhasilah Sunan Kuning menakluknya dan menjadikannya se ekor macan, karena macan tersebut merasa kalah dengan Sunan Kuning. Sehingga macan tersebut memutuskan untuk menjadi pengikuti Sunan Kuning, kemanapun Sunan Kuning berjalanan, macan tersebut terus mengikuti ke mana sang sunan melangkah.

Suatu ketika, sang macan berkata kepada Sunan Kuning; “Saya sudah mengabdi padamu dan menurut keinginanmu, dan aku hanya menginginkan minum arak”. Akhirnya diberikan minuman arak sebanyak dua mangkok oleh Sunan Kuning, yang satu mangkok untuk macan itu (yang sudah kembali terwujud aslinya sebagai manusia) dan yang satu mangkok untuk Beliau sendiri. Karena sucinya jiwa dan raga Beliau akan benda-benda haram, wafatlah Beliau setelah meminum arak tersebut, tetapi sebelum wafat Beliau berkata; Kamu berwujud manusia, tetapi jiwamu seperti macan. Dan macan yang sudah kembali menjadi manusia itupun kembali berwujud asalnya sebagai macan. 

Bagi temen-temen yang ingin komunikasi bisa langsung via email: guschod@gmail.com dan terima kasih atas apresiasinya selama ini. Pendokumentasian dalam bentuk tulisan ini merupakan rentetan perjalanan di lapangan.

Follow by Email

PENELUSURAN BLOG

Kontak Persahabatan

Nama

Email *

Pesan *

Artikel Terkini

Klik Gambar Menuju Beranda

Kli Gambar Menuju Koleksi Buku Hasil Penelitian