Jumat, 01 Agustus 2014

Film Folklor 2011



Ini merupakan pendokumentasian peneliti yang memandu penelitian anak KIR IPS MAN Tulungagung 1. Penelitian ini berada di lokasi Telaga Buret, Tulungagung selatan.

“MUSEUM MINI SEKOLAH “ SEBAGAI TEMPAT ALTERNATIF PROSES BELAJAR ANAK DIDIK TINGKAT SMA/MA SEBAGAI BENTUK MEMAHAMKAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Oleh Agus Ali Imron
Tukang Ketik


Proses pembelajaran merupakan indikasi untuk pemahaman materi terhadap anak didik. Sebagai pengajar membiasakan proses mengajarnya selalu ada pembaharuan, secara tidak langsung anak didik tidak merasa bosan ataupun jenuh. Selama ini mayoritas mengajar masih menggunakan metode ceramah, dan penggambaran pola pikir secara abstrak, sehingga anak didik masih mengalami kesulitan secara pengaplikasian sebuah contoh materi ajar. Sehingga dengan adanya konsep pengajaran melalui museum mini yang ada di lingkungan lembaga pendidikan, setidaknya memberikan pembaharuan dalam metode pengajaran untuk memahamkan suatu materi ajar kepada peserta didik. Mengajar dengan pengaplikasian contoh yang nyata setidaknya akan mempercepat pemahaman anak didik terhadap suatu materi, daripada dengan menggunakan metode ceramah yang hanya memberikan contoh materi yang monoton.

Sabtu, 26 Juli 2014

SEKILAS NYADARAN

Agus Ali Imron
Tukang Ketik

Sadranan, atau biasa disebut dengan nyadran bagi orang Jawa. Sadranan sendiri yang penulis pernah ketahui, dilaksanakan di area pundhen makam dengan menggelar tikar sebagai alas. Selain itu juga disertai dengan sesajen yang diwadahi tampah, loyang, dan ember seperti: gunungan nasi kuning, apem, ayam yang diolah ingkungan, kulupan, sambal goreng kentang, tahu yang dibumbui, dan air putih yang dimasukin dalam wadah kendhi. Pelaksanaan nyadran sendiri pada waktu pagi hari, atau sore hari, adapun siang hari tapi pelaksanaannya jarang, dan dipimpin oleh dukun atau tokoh masyarakat setempat yang biasanya dibawa oleh orang penyadran. Di dalam pelaksanaan sadranan, warga setempat juga turut diundang sebagai makmum (peserta sadranan).

Selasa, 17 Juni 2014

EKSPEDISI KESEJARAHAN NGANGGREK Ds/Kec. KALIDAWIR


Oleh
Agus Ali Imron Al Akhyar
Staf Tukang Ketik


Ekspedisi kali ini berawal dari komunikasi singkat antara mas Koko dengan Agus Ali Imron Al Akhyar melalui akun media sosial facebook. Tepatnya pada tanggal 17 Maret 2014, komunikasi tersebut berlanjut melalui telephone. Sehingga setelah ada komunikasi secara berkala, akhirnya tim ekspedisi dari Kajian Sejarah, Sosial, dan Budaya (KS2B Tulungagung) langsung menindaklanjuti dengan melakukan kunjungan langsung ke daerah yang menjadi ekspedisi kali ini.

Senin, 03 Maret 2014

KENANGAN KEBERADAAN GARDU DAN ANGKRENG


Oleh 
Agus Ali Imron Al Akhyar
Staf Tukang Ketik


Sering kali kita melihat atau bahkan cangkrukan (nongkrong) di sebuah Gardu dan angkreng. Biasanya Gardu dan angkreng yang terdapat di desa-desa saat pemilihan lurah, penuh dengan tempelan foto-foto si calon. Di Gardu dan angkreng biasanya juga terdapat alat komunikasi tradisional bagi warga, yaitu kentongan. Alat pukul yang berupa kentongan tersebut akan menjadi media komunikasi warga ketika; ada orang yang meninggal, warga akan gugur gunung; bersih desa, bersih kuburan, dan kentongan akan ditabuh ketika ada bencana.

Monument Wajakensis Tulungagung

Mengenai Saya

Foto Saya
Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia
Pendokumentasian kesejarahan, kebudayaan, kesenian, di daerah Tulungagung
Struktur yang dinamis akan menghasil pola sistem yang elastis tanpa ada hambatan yang terlalu negatif, dengan kebudayaan yang tertanam dengan baik akan menghasilkan benih-benih budaya yang normatif