Senin, 03 Maret 2014

KENANGAN KEBERADAAN GARDU DAN ANGKRENG


Oleh 
Agus Ali Imron Al Akhyar
Staf Tukang Ketik


Sering kali kita melihat atau bahkan cangkrukan (nongkrong) di sebuah Gardu dan angkreng. Biasanya Gardu dan angkreng yang terdapat di desa-desa saat pemilihan lurah, penuh dengan tempelan foto-foto si calon. Di Gardu dan angkreng biasanya juga terdapat alat komunikasi tradisional bagi warga, yaitu kentongan. Alat pukul yang berupa kentongan tersebut akan menjadi media komunikasi warga ketika; ada orang yang meninggal, warga akan gugur gunung; bersih desa, bersih kuburan, dan kentongan akan ditabuh ketika ada bencana.

Rabu, 19 Februari 2014

Mencoba Belajar

Oleh Agus Ali Imron Al Akhyar

 
Mendokumentasikan, membukukan, merawat, suatu kesejarahan, merupakan tugas bagi generasi yang masih sadar akan keberadaan kesejarahan lokal yang ada di daerahnya. Sebuah generasi harus mampu dengan optimal untuk mempelajari kearifan lokal yang terdapat pada daerahnya. Jangan sekali meninggalkan sejarah, suatu kata kiasan dari Ir. Soekarno yang mengingatkan pada setiap generasi untuk selalu mempelajari sejarah.

Selasa, 22 Oktober 2013

KONSEP WISATA RELIGI: MASJID SUNAN KUNING, MACAN BANG TULUNGAGUNG


Oleh: Agus Ali Imron Al Akhyar
Penyuka Kesejarahan Islam
email: guschod@gmail.co.id


Bahwa cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Bahwa cagar budaya berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan perlu dikelola oleh pemerintah dengan meningkatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya.

Selasa, 06 Agustus 2013

PSIKOLOGI SUATU SISTEM REALITA DAN GAGASAN TERBAIK SISTEM



Oleh Agus Ali Imron



Keberadaan suatu sistem, akan mempengaruhi keberadaan pola prilaku yang terjadi pada suatu lembaga atau penggerak sistem tersebut. Sistem sendiri dipengaruhi oleh keberadaan otoriter yang berkuasa, sehingga menjadi tantangan sendiri bagi setiap penguasa untuk menjalankan roda yang digerakkan oleh sistem. Namun, ketika sistem sudah berjalan dengan baik, ada juga yang bermain-main dengan sistem dikarenakan ingin mencari keuntungan dalam proses sistem tersebut. Berbagai kebijakan ditentukan dengan sistem yang setidaknya menjadi transparan terhadap pimpinan kepada anak buah (karyawan).

Sabtu, 03 Agustus 2013

ASAL MULA DESA GAMPING CAMPURDARAT - TULUNGAGUNG



Asal Muasal Desa Gamping
Setelah Tanah Jawa ditumbali oleh Syekh Bakir. Tanah Jawa bagian selatan masih dinamakan Kalangbret. Daerah tersebut dipimpin seorang adipati yang bernama Adipati Kalang. Setelah itu ada seorang pengembara yang berasal dari daerah Mbayat yang bernama Raden Panca. Raden Panca mempunyai seorang kekasih yang bernama Dewi Jah putri dari Bantul. Setelah mereka menjalin hubungan yang lama, orang tua dari Dewi Jah tidak merestuinya. Akhirnya Dewi Jah disuruh pergi meninggalkan rumah. Kemudian Raden Panca dan Dewi Jah meninggalkan daerah Mbayat berjalan menuju ke timur ke daerah Kalangbret.

Monument Wajakensis Tulungagung
Struktur yang dinamis akan menghasil pola sistem yang elastis tanpa ada hambatan yang terlalu negatif, dengan kebudayaan yang tertanam dengan baik akan menghasilkan benih-benih budaya yang normatif
Loading...
Loading...