Jumat, 26 Desember 2014

SEKEDAR MENGENANG SEJARAH JEMBATAN PLENGKUNG MANGUNSARI

Oleh
Agus Ali Imron Al Akhyar
Tukang Ketik




Sejarah merupakan sebuah tragedi yang menarik untuk diceritakan dan tidak hanya sekedar untuk dipelajari, terutama mengenai kesejarahan lokal yang ada di daerah masing-masing. Keberadaan sejarah lokal, memiliki nilai positif bagi sebuah generasi untuk memahami hakikat keberadaan sejarah daerahnya. Sehingga sejarah lokal memiliki

Jumat, 01 Agustus 2014

Film Folklor 2011




Kultur atau kebudayaan, yang memiliki khasanah kekayaan dalam setiap nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan tersebut, merupakan wujud harmonisasi antara manusia, lingkungan, dan kebudayaan. Apapun yang terdapat di kalangan masyarakat, bahwasanya kultur atau kebudayaan merupakan anugerah yang tidak ternilai keberadaannya, saat itulah kultur mengakar kuat pada masyarakat. Jelas sudah bahwasanya masyarakat memiliki peran penting didalam membudaya, dan menghasilkan budaya itu sendiri.

“MUSEUM MINI SEKOLAH “ SEBAGAI TEMPAT ALTERNATIF PROSES BELAJAR ANAK DIDIK TINGKAT SMA/MA SEBAGAI BENTUK MEMAHAMKAN MATERI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Oleh Agus Ali Imron
Tukang Ketik


Proses pembelajaran merupakan indikasi untuk pemahaman materi terhadap anak didik. Sebagai pengajar membiasakan proses mengajarnya selalu ada pembaharuan, secara tidak langsung anak didik tidak merasa bosan ataupun jenuh. Selama ini mayoritas mengajar masih menggunakan metode ceramah, dan penggambaran pola pikir secara abstrak, sehingga anak didik masih mengalami kesulitan secara pengaplikasian sebuah contoh materi ajar. Sehingga dengan

Sabtu, 26 Juli 2014

SEKILAS NYADARAN

Agus Ali Imron
Tukang Ketik

Sadranan, atau biasa disebut dengan nyadran bagi orang Jawa. Sadranan sendiri yang penulis pernah ketahui, dilaksanakan di area pundhen makam dengan menggelar tikar sebagai alas. Selain itu juga disertai dengan sesajen yang diwadahi tampah, loyang, dan ember seperti: gunungan nasi kuning, apem, ayam yang diolah ingkungan, kulupan, sambal goreng kentang, tahu yang dibumbui, dan air putih yang dimasukin dalam wadah kendhi. Pelaksanaan nyadran sendiri pada waktu pagi hari, atau sore hari, adapun siang hari tapi pelaksanaannya jarang, dan dipimpin oleh dukun atau tokoh masyarakat setempat yang biasanya dibawa oleh orang penyadran. Di dalam pelaksanaan sadranan, warga setempat juga turut diundang sebagai makmum (peserta sadranan).

Selasa, 17 Juni 2014

EKSPEDISI KESEJARAHAN NGANGGREK Ds/Kec. KALIDAWIR


Oleh
Agus Ali Imron Al Akhyar
Staf Tukang Ketik


Ekspedisi kali ini berawal dari komunikasi singkat antara mas Koko dengan Agus Ali Imron Al Akhyar melalui akun media sosial facebook. Tepatnya pada tanggal 17 Maret 2014, komunikasi tersebut berlanjut melalui telephone. Sehingga setelah ada komunikasi secara berkala, akhirnya tim ekspedisi dari Kajian Sejarah, Sosial, dan Budaya (KS2B Tulungagung) langsung menindaklanjuti dengan melakukan kunjungan langsung ke daerah yang menjadi ekspedisi kali ini.
Bagi temen-temen yang ingin komunikasi bisa langsung via email: guschod@gmail.com dan terima kasih atas apresiasinya selama ini. Pendokumentasian dalam bentuk tulisan ini merupakan rentetan perjalanan di lapangan.

Follow by Email

Kontak Persahabatan

Nama

Email *

Pesan *

Artikel Terbaca