Rabu, 19 Februari 2014

Mencoba Belajar

Oleh 
Agus Ali Imron Al Akhyar


Mendokumentasikan, membukukan, merawat, suatu kesejarahan, merupakan tugas bagi generasi yang masih sadar akan keberadaan kesejarahan lokal yang ada di daerahnya. Sebuah generasi harus mampu dengan optimal untuk mempelajari kearifan lokal yang terdapat pada daerahnya. Jangan sekali meninggalkan sejarah, suatu kata kiasan dari Ir. Soekarno yang mengingatkan pada setiap generasi untuk selalu mempelajari sejarah.

Sejarah tidak bisa dihapus, melainkan hanya bisa disimpan, dipelajari, dan diambil sisi positif, untuk dijadikan proses pembelajaran pada diri kita. Warisan sejarah setidaknya menjadi harta kekayaan intelektualitas pada setiap generasi. Belajar dari sejarah, menjadi kita akan arif dan bijaksana dalam melangkah kedepan. Berbuat untuk mendokumentasikan fakta peninggalan sejarah, lebih utama, daripada suatu generasi hanya termenung saja.

Setidaknya dengan adanya penelitian, pembukuan, dan penerbitan, mengenai kesejarahan Masjid Agung Al Munawwar ini, menjadi tolok ukur dalam penelitian skala lokal. Mayoritas suatu generasi saat ini sudah melupakan sejarahnya, sungguh disayangkan apabila keberadaan sejarah mulai musnah berlahan-lahan. Untuk itulah kami dari generasi yang masih sadar akan keberadaan sejarah skala lokal, menginginkan sejarah daerah Tulungagung mampu terdokumentasikan secara akademis maupun karena cinta sejarah, kami menjadi ada.

Bergerak lebih utama daripada terdiam tanpa memaknai, itulah kata bijak yang sekiranya menjadi dorongan kami sebagai generasi untuk bergerak mengadakan penelitian mengenai Kesejarahan Islam pada masanya. Kesejarahan lokal dalam sudut pandang Islam, di daerah Tulungagung sangatlah minim sekali keberadaan sumber datanya. Untuk itu pada masa generasi kami, menjadi bangun dari tidur panjang untuk senantiasa bergerak melakukan pola penelitian, pendokumentasian, dan pempublikasian secara procedural menurut kami.

 Membangun suatu daerah, harus mampu memahami, mempelajari, kesejarahan pada daerahnya. Hukum sebab dan akibat, menjadi hukum yang layak untuk dipelajari disetiap pemimpin, generasi, dan pelajar. Belajarlah dari sejarah, maka kita akan mampu untuk berpijak secara utuh. Maka dari itulah, kami dari tim penerbitan buku sejarah Islam mengenai sejarah Masjid Agung Al Munawwar Tulungagung tergerak untuk mempublikasikan hasil penelitian kesejarahan.
Bagi temen-temen yang ingin komunikasi bisa langsung via email: guschod@gmail.com dan terima kasih atas apresiasinya selama ini. Pendokumentasian dalam bentuk tulisan ini merupakan rentetan perjalanan di lapangan.

Follow by Email

PENELUSURAN BLOG

Kontak Persahabatan

Nama

Email *

Pesan *

Artikel Terkini

Klik Gambar Menuju Beranda

Kli Gambar Menuju Koleksi Buku Hasil Penelitian